"MENYALAKAN LAMPU EKONOMI DARI MIMBAR MASJID"
1. Pembukaan (1 Menit)
Salam dan Puji Syukur. Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Mukadimah: "Jamaah yang dirahmati Allah, tahukah kita bahwa Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, yang pertama kali dibangun bukan hanya Masjid Nabawi, tapi juga Pasar Madinah? Beliau ingin menunjukkan bahwa ibadah dan ekonomi adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan."
2. Inti Masalah: Membeli dari Saudara Sendiri (2 Menit)
"Seringkali kita rajin beribadah di masjid, tapi uang belanja kita habiskan di toko-toko besar yang keuntungannya tidak kembali ke masjid. Akibatnya, masjid kita tetap bergantung pada kotak infak untuk bayar listrik dan air." "Padahal, di sekitar kita ada jamaah yang jualan keripik, ada alumni pesantren yang sedang berjuang mencari nafkah, ada pemuda yang butuh bimbingan kerja. Kenapa kita tidak membeli dari mereka?"
3. Solusi Digital: Toko Masjid di Endongwalee (2 Menit)
"Alhamdulillah, sekarang Masjid kita [Nama Masjid] sudah memiliki Toko Online di Endongwalee. Ini bukan sekadar bisnis, tapi Dakwah Bil Hal." "Setiap Bapak/Ibu belanja di toko masjid kita lewat Endongwalee: 70% Membantu dapur jamaah kita sendiri tetap ngebul. 20% Otomatis menjadi Infaq untuk kas masjid. 10% Menjadi upah buat anak-anak muda/alumni pesantren yang menjaga toko ini agar mereka tidak menganggur."
4. Penutup dan Ajakan (1 Menit)
"Membeli di toko masjid adalah ibadah. Menolong saudara seagama adalah perintah. Mari kita pindahkan belanja harian kita ke Toko Masjid kita sendiri di Endongwalee." "Caranya mudah, cukup buka HP, cari nama masjid kita, dan pesan. InsyaAllah, dengan cara ini, masjid kita mandiri, jamaah kita sejahtera, dan pemuda kita berdaya." Doa penutup dan Salam.