gambaran umum pengeluaran kas masjid yang sering kali "menguras" kotak amal setiap minggu:
1. Biaya Operasional Rutin (The Fixed Costs)
Ini adalah biaya yang pasti keluar, ada atau tidak ada kegiatan besar:
Listrik: AC, kipas angin, pompa air, dan sound system memakan daya besar, terutama saat salat lima waktu dan salat Jumat. Air: Kebutuhan wudu ratusan jamaah setiap hari. Kebersihan: Gaji marbot atau petugas kebersihan, serta pembelian sabun pel, pembersih kaca, dan pengharum ruangan. 2. Biaya Dakwah & Ibadah (The Service Costs) Bisyarah (Honorarium) Khatib & Imam: Setiap Jumat, masjid harus mengalokasikan dana untuk khatib dan muazin. Kajian & Majelis Taklim: Biaya konsumsi jamaah, honor ustadz penceramah, dan pemeliharaan alat multimedia. Jumat Berkah: Penyediaan makanan gratis bagi jamaah pasca-salat Jumat yang kini sudah menjadi tradisi di banyak masjid. 3. Pemeliharaan Fisik (The Maintenance Costs) Perbaikan keran bocor, atap rembes, pengecatan ulang, hingga pencucian karpet masjid yang harganya cukup mahal jika dilakukan secara profesional. Mengapa Program "Toko Masjid" di Endongwalee adalah Solusi?
Tanpa unit usaha seperti Toko Online, masjid hanya mengandalkan "Ekonomi Infaq" (uang masuk hanya dari sedekah sukarela). Dampaknya:
Kas Sering Defisit: Saat tanggal tua atau cuaca hujan (jamaah Jumat sedikit), isi kotak amal menurun, sementara tagihan listrik tetap. Ketergantungan Tinggi: Masjid sulit membuat program sosial besar karena uangnya habis untuk bayar tagihan rutin.
Dengan Program 1.000 Masjid:
Masjid memiliki Passive Income. Setiap ada jamaah yang beli beras atau minyak goreng di toko masjid lewat Endongwalee, kas masjid bertambah tanpa harus meminta sumbangan. Bagi Hasil 20% dari transaksi bisa digunakan untuk menutup tagihan listrik atau air secara mandiri. Masjid berubah menjadi Pemberi Bantuan, bukan hanya penerima sumbangan.
Analogi:
"Selama ini masjid seperti ember bocor; uang masuk dari infaq langsung keluar untuk listrik. Dengan Toko Online, kita memasang keran baru yang terus mengalirkan air ke dalam ember tersebut."